Sebenarnya judul diatas masih ditawar dalam hati, namun setelah memperhatikan pariwara yang sudah lewat tadi, akhirnya dipilihlah judul tersebut. Well, masih dalam suasana complicated dalam membakar jakarta. Hal ini seturut dengan kejadian belakangan ini (*personal) yang semakin membuat saya menjadi sadar kalau saya manusia biasa. Bagaimana tidak, bahkan ketika semua sudah direncanakan begitu rupa setelah pilihan telah ditetapkan, dalam akal manusiawi saya, tetap ada tersirat bawah sadar untuk berontak, dan menawar hati.

Ceritanya begini, seorang teman yang memiliki sebuah usaha jujur dan bersih bertanya kepada saya perihal bagaimana mengembangkan usaha yang sedang dia jalani sekarang ini. Lagi lagi, dia meminta pendapat personal dari kacamata saya yang belom memiliki title sama sekalih :D, terkait dengan usaha “jujur” nya dia pun menimpali tentang kesempatan yang dia terima namun sulit untuk ditempuh. Alasan ? Karena ketika ia harus memilih kesempatan yang sepertinya memiliki ROI yang lebih besar itu membuat bimbang yang bersangkutan karena jika yang bersangkutan ingin menggelutinya, usaha yang lama harus mau tidak mau tidak mendapat perhatian 100% seperti sekarang ini.

Berangkat dari semua usaha yang dilakukan kita (*ya, selama elu masih manusia) gak akan mungkin PASTI MELEDAK! Selalu ada case yang tidak terpikirkan, dan obat dari case tersebut dinamakan pengalaman. Pengalaman untuk memutuskan atas sebuah case yang dihadapi, MENAWAR HATI.

Wajar, selama masih hidup zona menawar hati seringkali ada dalam pribadi masing masing kita. Betul apa betul ?

PS : Postingan ini didedikasikan kepada saya yang sedang menawar hati untuk memutuskan hal besar, buat saya. What a damn situation!