Mbah Surip meninggal dunia di rumah Mamiek ‘Srimulat” di kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Mamiek tahu persis kondisi penyanyi berambut gimbal itu, termasuk kata terakhir yang diucapkan oleh Mbah Surip. Berulang-ulang dia bilang I love you full,” kata Mamiek Prakoso.
Mamiek menceritakan, dia sempat dipanggil kerabatnya agar masuk ke dalam karena didapati kondisi Mbah Surip tengah meracau ‘I Love You Full’ dengan mulut mengeluarkan air liur. Berbagai kemungkinan menjadi penyebab meninggalnya Mbah Surip. Salah satunya karena serangan jantung. Namun hal itu belum dibuktikan karena jenazah pelantun lagu ‘Tak Gendong’ itu rupanya tidak jadi diotopsi.
“Tidak dilakukan otopsi karena otopsi permintaan keluarga,” kata dr Satyaningtyas, dokter yang menangani Mbah Surip saat dibawa ke RS Pusdikkes. Satyaningtyas mengatakan, selain jantung, kemungkinan lain penyebab penyanyi nyentrik itu meninggal adalah dehidrasi. Hal itu karena Mbah Surip sempat mengalami diare.
“Menurut cerita Mas Mamiek (Mamiek Prakoso Srimulat), semalam Mbah Surip sempat diare, kecapekan tapi nggak mau dibawa ke rumah sakit,” kata Satyaningtyas. Mbah Surip meninggal pukul 10.30 WIB setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat tiba di rumah sakit, mulut Mbah Surip berbusa.
Mbah Surip meninggal cukup mengagetkan saya, berita pertama yang saya dengar, saat baru bangun dari dreaming dan belum melakukan apa-apa. Saatnya mencari berita-berita terkait meninggalnya Mbah Surip, walaupun telat karena sudah lewat beberapa jam yang lalu berita meninggalnya mbah surip pelantun lagu Tak Gendong yang cukup laris manis di blantika musik Indonesia.
Ada banyak pilihan berita sebetulnya di detik ada beberapa berita : Jenazah Mbah Surip Diotopsi, mbah surip ‘tak gendong’ meninggal dunia dan lain-lain, akan tetapi saya mengutip salah satu berita yang berjudul Mbah Surip Meninggal Dalam Perjalanan ke RS.
Mbah Surip 60 tahun, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah Mbah Surip tiba di RS Pusdikkes pukul 10.30 WIB, dan ditangani dr. Tias. Hingga kini belum diketahui pasti penyebab meninggalnya Mbah Surip.
Menurut Martina Omega bagian reka medik RS Pudikkes, jenazah Mbah Surip sempat berada selama satu jam di RS Pusdikkes. Jenazah kemudian langsung dibawa pulang oleh kerabat yang membawanya yaitu pelawak Mamik.
Sebelumnya, pada hari Minggu malam (2/8), Mbah Surip sempat pingsan akibat kelelahan setelah pentas di Yogyakarta. Mbah Surip kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, memang sedang laris manis setelah lagu “Tak Gendong” menjadi populer di masyarakat.
Pria bernama asli Urip Ariyanto ini memang fenomenal. Lagu “Tak Gendong” yang sederhana justru mampu mengubah kehidupan Mbah Surip dari musisi jalanan menjadi miliarder. Keberuntungan Mbah Surip bukan hanya dari penjualan nada sambung, ia juga dikontrak sebuah rumah produksi untuk membintangi sinetron dengan honor Rp 5-25 juta per episode.
Hingga kini, penyanyi berambut gimbal tersebut masih mengontrak sebuah rumah sederhana di Kampung Artis, Cipinang, Jakarta Timur. (DIO)

Pingback: Fenomena Media dan Mbah Surip | Nich bukan nik atau nih
#1 by ndro on August 7th, 2009
| Quote
entah mana yang betul biarlah cuman mbah surip dan Tuhan yang tahu, seperti yang di gembar-gemborkan RBT sampai 4.5M tapi mbah surip menjawab dengan HA HA HA
Pingback: Musim Artis Setor Muka ke Akhirat « 404 Blog Page