
Aplikasi Kartu Kredit
Suatu hari saya pergi ke Bank Swasta Terkemuka di Indonesia terkait dengan apply status kartu kredit sistem debit. Mengingat kuantitas nomor kartu kredit terkadang lebih penting daripada limit sebuah kartu kredit, akhirnya Saya pun memutuskan untuk memiliih jalan pintas dengan mengajukan aplikasi Kartu Kredit Sistem Debit.
Berhubung Saya adalah nasabah baru, dan sistem kartu kredit sistem debit ini mewajibkan pemiliknya untuk memiliki tabungan, maka saya memutuskan untuk sekaligus membuka tabungan, dengan berharap bonus kijang inova dan honda jazz versi terbaru.*cihuy* Tanpa babibu, dikarenakan saya telah pernah menggunakan Google sebagai alat bantu terkait dengan jasa kartu kredit sistem debit dari bank swasta tersebut, saya pun langsung semlehoy tunjuk jenis tabungan, jenis kartu, serta menyebutkan berapa tabungan serta debit yang ingin saya berikan pada Bank yang bersangkutan tempat saya menggunakan jasa kartu kredit sistem debit ini.
Prosesnya tidak sulit! Setidaknya dari yang saya baca di beberapa blog, dan menjalaninya sendiri.
1. Membawa Identitas diri (KTP, SIM, Kartu Pelajar, Pasport)
2. Uang deposit, sedikitnya Rp.3.000.000,- (pada beberapa bank saya ketahui hal ini sama)
3. Sedikit Celoteh (Tidak bisa diwalikan/diwakilkan)
Secara teori, ketika tiga hal diatas telah dimiliki oleh nasabah calon pemegang kartu kredit sistem debit, dia akan memperoleh kartu kredit tersebut minimal setelah 14 hari kerja. Cukup cepat bukan ? Yah, setidaknya ini menjadi mantap untuk membuka jalur membuka Kartu kredit di bank lain, dengan tanpa sistem debit tentunya
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Karena keseharian saya yang jarang menggesekkan tinta di atas kertas, tanda tangan saya menjadi lain dengan yang tertera pada Pasport (sebagai identitas diri) Siyalnya! Mereka menolak bulat bulat ketika saya mengeluarkan kebijakan sepihak untuk mengganti tanda tangan tersebut dengan cap tangan atau stempel. What A SHIT HAPPEN!
Jadi buat para pedagang, pelajar, internet marketer, blogger, ataupun para TKI maupun penjahat kartu kredit, tolong diingat. Ditengah kemajuan teknologi yang semakin pesat saat ini, tanda tangan masih menjadi identitas yang sangat berguna. Baik ?
Yah tentu. Tapi hari gini ? Jamannya para karyawan telah memberlakukan absensi sidik jari ? Pada beberapa tempat menggunakan pemindai retina untuk masuk suatu tempat ehhhhhhhhhhhhh… Ditolak!! Sungguh jelek sekali alasan ditolaknya pengajuan kartu kredit sistem debit ini.
#1 by Newbie Adieska on September 15th, 2009
| Quote
Bah… Aku juga rencana mau ngajuin cara itu bro… Ckckckc… Udah ada passportmu ya bro… Ajaklah aku kalo jalan2 ke luar negri bro… Btw bank yang dimaksud disini bank apa ya?
#2 by nich on September 16th, 2009
| Quote
cap tangan? cap jempol maksudnya?
emang situ jempol semua yah?
=))
#3 by gloria on September 17th, 2009
| Quote
hihihi.. lagi apes ya berarti.. berarti mesti latihan buat tanda tangan yang tetap bentuknya
Aniway, salam kenal.
“nyasar” kesini akibat blogwalking
#4 by ngemeng on September 18th, 2009
| Quote
@adieska
bisa bro…
@nich
kan situ biasa minta jempol (*sambil muntah2)
@gloria
wellcome, and salam kenal juga
Pingback: Dapat Novel Gratis | Parlin Sinaga
#5 by herry on January 15th, 2010
| Quote
kartu kredit apa’an sih gw ga ngerti… emang da ya krtu kredit sistem debit